Apakah Kamu Tahu Pesawat Sederhana?

Tahukah kamu tentang pengertian pesawat sederhana? Tahukah kamu tentang jenis-jenis pesawat sederhana? Pada posting ini kita akan membahasa secara singkat materi pesawat sederhana. Materi pelajaran ini ada di semester genap kelas 5 SD. Buat guru kelas atau orang tua siswa boleh ikut membantu menjelaskan tentang materi pesawat sederhana ini kepada siswa atau putra/putrinya.

Untuk menyimpulkan pengertian dari pesawat sedrerhana ini, coba baca terlebih dahulu penjelasan ini: Semua jenis alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan pesawat sederhana. Gabungan beberapa pesawat sederhana dapat membentuk pesawat rumit, contohnya mesin cuci, sepeda, mesin mobil, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan berbagai jenis pesawat sederhana untuk meringankan pekerjaan kita.

Jenis-jenis Pesawat Sederhana
Jenis-jenis pesawat sederhana berikut mungkin sering kita gunakan,

1. TUAS
Tuas merupakan salah satu jenis pesawat sederhana. Tuas biasa kita gunakan ketika kita hendak menggeser suatu benda yang berat. Contohnya ketika kita hendak memindahkan batu yang berukuran besar, kita bisa menggunakan Tuas tersebut. Tuas digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu:

a. Tuas Golongan Pertama


b. Tuas Golongan Kedua


c. Tuas Golongan Ketiga


2. BIDANG MIRING
Bidang miring adalah permukaan datar yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya.
Bidang miring memiliki keuntungan, dengan menggunakan benda bidang miring kita bisa memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miring juga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh untuk memindah-kan benda menjadi lebih jauh.

 


3. KATROL
Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.

Barikut contoh gambar dari ketiga jenis katrol tersebut
a. Katrol Tetap
Katrol Tetap

b. Katrol Bebas
Katrol Bebas

c. Katrol Majemuk 
Katrol Majemuk  

4. RODA BERPOROS
Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda. Nah itulah pengertian dari roda berporos.

RODA BERPOROS 

Demikian materi pelajaran kali ini, yaitu Materi Pelajaran IPA Kelas 5 SD/MI Bab Pesawat Sederhana Semester 2. Semoga bermanfaat :)


Share:

Alhamdulillah, Sudah Diperkenankan untuk Ujian :)



              Kamis, 21 Juli 2016 pukul 09.50 WIB merupakan hari yang bersejarah dalam hidupku. Hari tersebut bukan hari jadianku,bukan juga hari pernikahanku melainkan hari dimana aku dinyatakan lulus dalam menghadapi ujian skripsi. Ujian itu dimulai pukul 08.00 WIB dengan penguji utama adalah bu Kr,pembimbing utama Bu Rg dan Pembimbing pendamping Bapak Pr. Keberlangsungan ujian pada pagi itu cukup tidak biasa, karena waktu itu mendadak dosen pmbimbing utama tidak bisa menguji dikarenakan suatu hal yang tak terduga, sehingga aku hanya diuji oleh 2 dosen saja. Di dalam ruang ujian 01 aku harus mempertanggung jawabkan ribuan kata yang sudah aku ketik dan telah aku susun menjadi sebuah karya ilmiah di hadapan dosen penguji. Perasaan deg-degan muncul ketika mempresentasikan karya ilmiah tersebut. Dengan menekan tombol Ctrl+F5 guna memfungsikan slideshow pun berhasil aku lakukan. Slide demi slide akhirnya bisa aku paparkan dengan jelas. Hingga tiba saatnya sesi tanya jawab. Alhamdulilah setelah berdiri sebentar untuk mempresentasikan skripsiku akhirnya aku diminta untuk duduk di sofa yang empuk sambil disuruh membuka hardfile skripsiku guna untuk melakukan perbaikan. Aku sangat bersyukur bisa ujian sambil duduk di sofa dengan harapan bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan tenang. Pertanyaan pertama merupakan salah satu pertanyaan yang mudah namun cukup memerlukan kejujuran. “Kamu sudah sarapan, Mas?”, iya itulah pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh penguji utama. Memang mudah namun memang memerlukan kejujuran, padahal waktu itu aku belum sarapan. Entah kenapa dosen pengujinya memberikan pertanyaan tersebut kepadaku, apakah memang benar perhatian sama diriku ataukah beliaunya yang memang belum sarapan,hehe..Berbagai  pertanyaan dan saran pun bertebaran di ruang ujian 01 pada waktu itu. Dan tak terasa sudah pukul 09.45 WIB sesi tanya jawab dan pemberian saran telah selesai. Setelah itu kedua  dosen penguji berdiskusi mengenai kelulusanku dan aku diperkenankan untuk menunggu di luar ruangan. Sekitar 5 menit sudah waktu yang dihabiskan oleh mereka unruk berdiskusi dan selanjutnya pernyataan kelulusan dibacakan dengan lantang oleh salah satu dosen penguji. “Bismillahirrohmanirrohim, dengan ini kami menyatakan bahwa kami KEBERATAN jika skripsi sdr. Abdul Romafiq yang berjudul xxxxx  DITOLAK”. :D
         
       Alhamdulillah ya Allah, akhirnya aku  dinyatakan lulus oleh 2 dosen penguji yang dinggap 3 dosen penguji. Sebuah nikmat yang tak terhingga sehingga bisa sampai tahap ini. Meskipun demikian, ini bukan akhir melainkan masih ada banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum menyandang gelar S.Pd. Masih ada revisi yang perlu aku selesaikan, masih ada berkas-berkas yang harus aku urus dan tantangan nyata ialah setelah lulus dari perkuliahan ini. Yah, urip iku kudu urup. Tetap semangat :D

                                                      Terimakasih teman sebimbingan :)




                                               Terima kasih teman KKN Dsn. Jludhang :)


                                                              Terima kasih semuanya :)




Share:

Do’aku Apabila Dia Bukan Jodohku

Jika dia bukan jodohku, ya Allah pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku, aku tak ingin mencintai orang yang salah. Sungguh walaupun melupakannya sangat menyakitkan, aku berusaha untuk sanggup, gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan. Kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku, karena jika semua terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku jika dia bukan jodohku, Ya Allah bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku.
Aku akan merasa bersalah dan mengutuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah jodohku. Aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku, tapi demi keridhoanMu, apa yang tidak akan aku lakukan? Jika dia bukan jodohku, ya Allah kumohon jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku. Karena itu hanya akan membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingatMu. 
Jika dia bukan jodohku, ya Allah jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku. Karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya. Jika dia bukan jodohku, ya Allah jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagiku. Karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya. 
Jika dia bukan jodohku, ya Allah janganlah membuatku berbangga hati ketika menerima pesan darinya, hilangkanlah perasaan itu. Karena sungguh, aku akan selalu menunggu dengan berdebar-debar balasan pesan-pesan selanjutnya. Jika dia bukan jodohku, ya Allah janganlah membuatku selalu rindu mengaitkan hati padanya. Karena sungguh sangatlah menyakitkan jikalau aku tau bahwa dia tidak rindu padaku. Padahal merindukanMu lebih pantas di atas segala-galanya. Jika dia bukan jodohku, Ya Allah janganlah membuatku terus berharap kelak ia akan menjadi jodohku. Karena sungguh, sudah ada orang yang kelak menungguku di ujung sana, ialah jodohku sebenar-benarnya. 
Satu lg pintaku ya Allah, jangan terus membuatku terlena akannya, karena aku harus memperbaiki dan memantaskan diri bagi jodohku di ujung sana. Namun jika dia memang jodohku, persatukanlah kami di ruang dan waktu yang telah engkau tentukan karena rencanaMu begitu indah untuk kami. Aku titipkan hati ini padaMu ya Allah, Dzat yang tidak pernah mengkhianati titipan.
Share:

Karakteristik Anak SD

     

     Karakteristik Anak Usia SD menurut Sumantri dan Nana Syaodih(2006) adalah sebagai berikut : 

1.      Senang Bermain
Pada umumnya anak SD terutama kelas-kelas rendah itu senang bermain. Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang bermuatan permainan lebih – lebih untuk kelas rendah. Guru SD seyogyanya merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya. Guru hendaknya mengembangkan model pengajaran yang serius tapi santai. Penyusunan jadwal pelajaran hendaknya diselang saling antara mata pelajaran serius seperti IPA, Matematika, dengan pelajaran yang mengandung unsur permainan seperti pendidikan jasmani, atau Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).

2.      Senang Bergerak
Karakteristik yang kedua adalah senang bergerak, orang dewasa dapat duduk berjam-jam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak. Menyuruh anak untuk duduk rapi untuk jangka waktu yang lama, dirasakan anak sebagai siksaan.

3.      Senangnya Bekerja dalam Kelompok
Melalui pergaulannya dengan kelompok sebaya, anak dapat belajar aspek-aspek penting dalam proses sosialisasi seperti : belajar memenuhi aturan-aturan kelompok,belajar setia kawan,belajar tidak tergantung pada orang dewasa di sekelilingnya,mempelajari perilaku yang dapat diterima oleh lingkungannya,belajar menerima tanggung jawab, belajar bersaing secara sehat bersama teman-temannya, belajar bagaimana bekerja dalam kelompok,belajar keadilan dan demokrasi melalui kelompok. Karakteristik ini membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok. Guru dapat meminta siswa untuk membentuk kelompok kecil dengan anggota 3-4 orang untuk mempelajari atau menyelesaikan suatu tugas secara kelompok.

4.      Senang Merasakan atau Melakukan Sesuatu Secara Langsung
Berdasarkan teori tentang psikologi perkembangan yang terkait dengan perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasi konkret. Dari apa yang dipelajari di sekolah, anak belajar menghubungkan antara konsep-konsep baru dengan konsep-konsep lama. Pada masa ini anak belajar untuk membentuk konsep-konsep tentang angka ,ruang,waktu, fungsi badan,peran jenis kelamin,moral. Pembelajaran di SD cepat dipahami anak, apabila anak dilibatkan langsung melakukan atau praktik apa yang diajarkan gurunya. Dengan demikian guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh anak akan lebih memahami tentang arah mata angin, dengan cara membawa anak langsung keluar kelas, kemudian menunjuk langsung setiap arah angin, bahkan dengan sedikit menjulurkan lidah akan diketahui secara persis dari arah mana angin saat itu bertiup.
Share:

Metode Membaca Permulaan di Sekolah Dasar

1.      Metode Abjad (Alphabet)
Pembelajaran membaca permulaan dengan metode abjad dimulai dengan mengenalkan huruf-huruf secara alphabetis. Huruf-huruf tersebut dihafalkan dan dilafalkan anak sesuai dengan bunyinya menurut abjad. Untuk beberapa kasus, anak susah membedakan huruf-huruf b, d, p, q atau n, u, m, w. untuk itu guru melatihkan huruf-huruf tersebut berulang-ulang atau dengan cara member warna yang berbeda.
Setelah tahapan itu siswa diajak untuk mengenal suku kata dengan cara merangkaikan beberapa huruf yan sudah dikenalnya.
Contoh :   b dan a dibaca ba
                 C dan a dibaca ca
Sehingga dua suku kata tersebut dibaca menjadi “baca”.

2.      Metode Eja  (Spelling Method)
Metode eja adalah belajar membaca yang dimulai dari mengeja huruf demi huruf. Pendekatan yang dipakai dalam metode eja adalah pendekatan harfiah. Siswa mulai diperkenalkan dengan lambang-lambang huruf. Pembelajaran metode Eja terdiri dari pengenalan huruf atauabjad A sampai dengan Z dan pengenalan bunyi huruf atau fonem. Metode kita lembaga didasarkan atas pendekatan kata, yaitu cara memulai mengajarkan membaca dan menulis permulaan dengan menampilkan kata-kata.
Metode ini hampir sama dengan metode abjad. Perbedaanya terletak pada system pelafalan abjad atau huruf (baca: beberapa konsonan).
Contoh :
Huruf b dilafalkan /eb/ : dilafalkan dengan e pepet.
Huruf d dilafalkan /ed/
Huruf c dilafalkan /ec/
Huruf g dilafalkan /ec/
Huruf f dilafalkan /ep/
Huruf k dilafalkan /ek/
Metode pembelajaran di atas dapat diterapkan pada siswa kelas rendah (I dan II) di sekolah dasar. Guru dianjurkan memilih salahsatu metode yang cocok dan sesuai untuk diterapkan pada siswa. Guru sebaiknya mempertimbangkan pemilihan metode pembelajaran yang akan digunakan sebagai berikut:
1.      Dapat menyenangkan siswa
2.      Tidak menyulitkan siswa untuk menyerapnya
3.      Bila dilaksanakan, lebih efektif dan efisien
4.      Tidak memerlukan fasilitas dan sarana yang lebih rumit

3.      Metode Suku Kata (Syllabic Method)
Metode ini diawali dengan pengenalan suku kata seperti ba, bi bu, be, bo, ca.ci,cu,ce,co, da,di,du,de,do, dan seterusnya. Kemudian suku – suku kata tersebut dirangkaikan menjadi kata- kata yang bermakna, misalnya:
Ba – bi cu – ci da – da
Ba – bu ca – ci du – da
Bi – bi ca – ca da – du
Ba – ca cu – cu di – di
Kemudian dari sukun kata diatas dirangkaikan menjadi kalimat sederhana yang dimaksud dengan proses perangkaian kata menjadi kalimat sederhana.
Contoh:
Da – da ba – bi
Bi – bi ca – ca
Ba – bu di – di (dan seterusnya)
Kemudian ditindaklanjuti dengan proses pengupasan atau penguraian bentuk-bentuk tersebut menjadi satuan bahasa terkecil di bawahnya, yakni dari kalimat kedalam kata dan kata kedalam suku – suku kata.
(kalimat → kata – kata → suku – suku kata)

4.      Metode Kata (Whole Word Method)
Metode ini diawali dengan pengenalan kata yang bermakna, fungsional, dan kontekstual. Sebaiknya dikenalkan dengan kata yang terdiri dari dua suku kata terlebih dahulu. Kemudian mengenalkan suku kata tersebut dengan membaca kata secara perlahan, dan memberikan jeda pada tiap suku kata. Hal ini dapat dikombinasikan dengan gerakan tepukan tangan pada setiap suku kata. Tujuannya merangsang motorik anak serta melatih anak mengenal penggalan suku kata.

5.      Metode Kalimat/Global (Syntaxis Method)
Decroly.”Kemudian Depdiknas (2000:6) mendefinisikan bahwa metode global adalah cara belajar membaca kalimat secara utuh. Metode global ini didasarkan pada pendekatan kalimat. Caranya ialah guru mengajarkan membaca dan menulis dengan menampilkan kalimat di bawah gambar. Metode global dapat juga diterapkan dengan kalimat tanpa bantuan gambar. Selanjutnya, siswa menguraikan kalimat menjadi kata, menguraikan kata menjadi suku kata, dan menguraikan suku kata menjadi huruf.
Langkah-langkah penerapan metode global adalah sebagai berikut:
1) Siswa membaca kalimat dengan bantuan gambar. Jika sudah lancar, siswa membaca tanpa bantuan gambar, misalnya: Ini Nani
2) Menguraikan kalimat dengan kata-kata: /ini/ /Nani/
3) Menguraikan kata-kata menjadisuku kata: i – ni - na – ni
4) Menguraikan suku kata menjadi huruf-huruf, misalnya: i-n-i - n-a-n-i

6.      Metode SAS (Structural, Analytic, Syntatic)
Metode SAS merupakan singkatan dari “Struktural Analitik Sintetik”. MetodeSAS merupakan salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran menulis membaca permulaan bagi siswa pemula.
Dalam proses operasionalnya metode SAS mempunyai langkah langkah berlandaskan operasional dengan urutan :
·         Struktural menampilkan keseluruhan, guru menampilkan sebuah kalimat pada anak
·         Analitik melakukan proses penguraiananak daiajak untuk megenal konsep kata dan mulai menganalisis kalimat menjadi kata, kata menjadi suku kata dan suku kata menjadi huruf.
·         Sintetik melakukan penggabungan kembali kepada bentuk Struktural semula,setelah kalimat diuraikan dari huruf dirangkai menjadi suku kata, suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat semula.

7.      Metode 4 Tahap Steinberg (Four Steps Steinberg Method)
Menurut Steinberg (1982) ada empat tahap (langkah) dalam pembelajaran membaca permulaan, yaitu :
a.    Mengenal kata dan maknanya (membaca kata dengan gambar)
b.    Memahami kata yang dibacanya (membaca kata tanpa gambar)
c.    Membaca frase atau kalimat
d.   Membaca teks atau wacana
Share:

Model Pembelajaran NHT (Number Head Together)

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah
Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan  akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen  dalam Ibrahim (2012: 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Ibrahim mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu :
1. Hasil belajar akademik stuktural
Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.
2. Pengakuan adanya keragaman
Bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang.
3. Pengembangan keterampilan social
Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.
Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT merujuk pada konsep Kagen dalam Ibrahim (2012: 29), dengan tiga langkah yaitu :
a)      Pembentukan kelompok;
b)      Diskusi masalah;
c)      Tukar jawaban antar kelompok
Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan oleh Ibrahim (2012: 29) menjadi enam langkah sebagai berikut :

1. Persiapan

Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

2. Pembentukan kelompok

Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial, ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok.

3. Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan

Dalam pembentukan kelompok, tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan oleh guru.

4. Diskusi masalah

Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum.
5. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban
Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.
6. Memberi kesimpulan
Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.
Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap siswa yang hasil belajar rendah yang dikemukakan oleh  Lundgren dalam Ibrahim (2012: 18), antara lain adalah :
  1. Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
  2. Memperbaiki kehadiran
  3. Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar
  4. Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil
  5. Konflik antara pribadi berkurang
  6. Pemahaman yang lebih mendalam
  7. Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi
  8. Hasil belajar lebih tinggi
Share:

Perbedaan "Learn" dan Study"

Selamat pagi sobat semua?Sudah mandi kan?Sudah sarapan kan?
Pada kesempatan ini saya mau berbagi ilmu khususnya bahasa inggris. Dalam bahasa inggris terdapat banyak kosa kata yang memiliki arti yang nyaris sama, tapi berbeda maksud dan pengunaannya.
Oke,Sobat sudah tahukah perbedaan antara "Learn" dan "Study"?
Berikut penjelasannya :)
Kata “study” dan “learn” memiliki arti yang sama, yaitu belajar atau mempelajari. Namun sebenarnya ada perbedaan dalam penggunaannya.
Perbedaanya ialah :

STUDY

Study adalah mempelajari, misalnya mempelajari sejarah, menghafal rumus matematika, menghafal angka, dan mempelajari biologi.

LEARN

Sementara itu, learn bukan sekedar mempelajari, learn adalah aktivitas untuk mendapatkan kemampuan

CONTOH :

Ada dua orang bernama Tika dan Tini. Keduanya ingin belajar tentang fashion. Tika kemudian mempelajari pola jahit, bagaimana menggunting, membentuk pola, dan membaca majalah tentang fashion. Tika mempelajari pola pakaian yang baik.
Dalam hal ini Tika study, karena ia hanya mempelajari tanpa mendapat kemampuan menjahit. Ia hanya tahu dari majalah dan hanya teori.
Sedangkan Tini, dibawah pengawasan ibunya ia belajar menjahit. Ia belajar menjahit dari bahan kain yang murah. Pertama ia membuat pakaian untuk anak kecil. Potongan kainnya juga masih kecil. Secara bertahap, ia membuat pola pakaian dan belajar menggunting kain. Setelah itu ia menjahit kedua sisi. Dalam waktu 6 minggu, Tini sudah bisa menjahit pakaian untuk anak kecil.
Dalam hal ini Tini learn, karena ia mempelajari suatu ilmu sampai ia bisa mempraktekan.ud
itulah sob,perbedaan antara "Learn" dan "Study".Sekatulisarang sudah tahu kan perbedaannya?
Semoga bisa bermanfaat dan teruslah belajar :)















Share:

About

Manusia biasa yang mencari ridho Allah SWT

Popular Posts

Total Pengunjung

Music

Popular

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Blogger templates